Featured Video


Terima Kasih telah mengunjung di halaman CATATAN BUKU RANTAUKU, Dan Halaman ini berisi tentang : Cerpen Kisah hidup,budaya,Puisi dan gambar Alam Papua.

Minggu, 18 September 2011

NIAT DAN HATI YANG TULUS

Perjalanan yang panjang tiada berhenti Dengan tekad, ketulusan, kesungguhan,pengorbanan dan kesabaran Mengarungi kehidupan dengan tabah dalam hambatan dan tantangan kulewati…. Setetes embun yang menyejukan Segenggam daun kebenaran Mutiara kehidupan Terungkap…. terinspirasi…… tertuang…. dan ……tersaji  Dalam sebuah catatan sederhana .
 
Kehidupan harmonis merupakan dambaan manusia pada umumnya, dalam kehidupan pribadi, berkeluarga, ataupun bermasyarakat, sebab keharmonisan itu sendiri merupakan suatu kondisi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya hidup, siapapun juga yang berada didalamnya. Karena sebaliknya kehidupan yang diwarnai konflik akan mengancam keberlangsungan hidup manusia. Seperti sekitkat sapu lidi, sebenarnya kehidupan harmonis dapat diwujudkan apabila manusia menyadari ketergantungan hidup satu sama lain. Ketergantungan hidup ini akan menjadikan manusia mempunyai sikap saling berbagi hidup dan hal itulah yang merupakan wujud cinta kasih kebersamaan hidup.

Pentingnya cinta kasih dalam  menyikapi  kehidupan yang penuh dengan warna  di setiap gerak langkah yang di laluinya.sebab  Semangat orang yang bersatu akan memberi kebahagiaan dalam keseharian kita masin masin. Karna apa yang harus kita lakukan dengan ego? Tentu mewaspadai dan berusaha mengikisnya terus menerus mungkin Sebagian orang akan mengerti tetapi sebagian lagi tidak mengerti. Pernah suatu ketika ada orang yang bertanya, “ apa yang harus dilakukan dalam hidup ini?” Pertanyaan ini bukan tidak ada dasar. Mereka bertanya seperti ini karena tidak memahami kehidupan ini dengan baik. Kehidupan ini terus berputar dan seakan-akan tidak bisa dihentikan. Persoalan demi persoalan menghiasi kehidupan manusia. Dari persoalan yang ringan sampai dengan persoalan yang berat. Saat berhadapan dengan persolan tersebut manusia terkadang berada pada dilema dan menjadi ragu dengan hidup ini. Seperti itulah kehidupan, penuh dengan corak dan warna yang terkadang membingungkan manusia.

Kini apa yang yang ada dalam kehidupan ini ,solusi apa yang harus dilakukan. saya berharap kumpulan tulisan ini dapat menjadi bacaan dalam kehidupan seseorang. Diharapkan ada inspirasi untuk berhadapan dengan permasalahan kehidupan. Kadang seseorang merasa tidak ada jalan keluar dari permasalahan. Mereka merasa sudah tidak ada lagi solusi dan yang lebih tragis lagi jika pikiran buruk menenggelamkan mereka. Ketika pikiran buruk menghantui mereka akan terjadi sesuatu yang tidak baik. Semoga dengan membaca buku ini bisa membantu mengisi batin para pembaca sehingga inspirasi yang  selalu muncul selalu berdasarkan Dhamma. Penulis sangat berterima kasih kepada semua pihak yang selalu memberikan dorongan sehingga karya-karya baru dapat muncul kembali. Tanpa ada dukungan dari berbagai pihak akan sulit mewujudkan buku seperti ini. Dukungan moril maupun materiil sangat berarti untuk perkembangan karya tulis ini. Penulis juga mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi perbaikan dan kualitas tulisan-tulisan berikutnya. Semoga buku ini bermanfaat dan dapat  menjadi inspirasi positif dalam menghadapi kehidupan.

Semangat dari orang yang bersatu akan memberi kebahagiaan” (Khuddaka Nikaya Dhammapada) Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang masih ada ketergantungan dengan yang lainnya. Selama bertahun-tahun kita tergantung sama orang tua kita begitu pula orang tua kita nantinya juga akan tergantung dengan kita. Manusia yang satu tergantung dengan manusia yang lainnya, akan menjadi sulit jika kita mengisolasi diri. Namun dalam berhubungan dengan manusia lainnya kadang-kadang tidak memperhatikan etika pergaulan sehingga muncul perselisihan yang mengakibatkan ketidak-damaian dan ketidak-tentraman dalam kehidupan. Karena disebabkan keserakahan, kebencian dan kegelapan batin, masyarakat sekeliling kita sering diwarnai oleh kesemenaan dan kekerasan, sekelompok orang dengan posisi politik dan ekonomi yang kuat dapat menindas terhadap kelompok yang lain. Kelompok yang merasa tidak beruntung akan merasa dendam dengan orang yang mengeksploitasi mereka, akibatnya timbul pengelompokkan sosial, perang saudara dan kejahatan-kejahatan lainnya. Lalu pada akhirnya pola keserakahan, kebencian dan kegelapan batin ini akan mengembangkan keserakahan, kebencian dan kegelapan batin baru. Seperti yang terjadi dalam masyarakat kita saat ini, banyak konflik yang muncul sehingga ketakutan dan Menuju Kehidupan Yang Harmonis “Semangat dari orang yang bersatu akan memberi kebahagiaan” kecemasan menghantui banyak orang. Tindakantindakan kekerasan, kerusuhan, perselisihan dan pertentangan antar suku dan kelompok sering terjadi dan jika hal ini dibiarkan maka akan sangat berbahaya bagi persatuan dan kesatuan masyarakat. Semua orang menginginkan hidup yang rukun dan damai serta tentram, hanya saja untuk mewujudkan semua ini perlu perjuangan yang tiada henti-hentinya.

Suasana hidup yang rukun, damai dan tentram akan menimbulkan kebahagiaan tersendiri bagi orang yang mengalami. Tidak ada lagi rasa kecemburuan dan rasa saling curiga diantara kelompok masyarakat sehingga keharmonisan tercipta. Dalam hal keharmonisan ini Sang pencipta telah memberikan arahan kepada kita semua. Sang pencipta sangat proaktif menciptakan keharmonisan diantara kelompok masyarakat. Setiap ada perselisihan dalam masyarakat ataupun Sangha, beliau selalu menasihati mereka tentang pentingnya persatuan dan kesatuan. Marilah kita saling

1. Mengembangkan cinta kasih dalam pikiran. 
2. Mengembangkan cinta kasih dalam ucapan
3. Mengembangkan cinta kasih dalam perbuatan jasmani 
4. Mengembangkan sila (kemoralan) 
5. Mengembangkan caga (kemurahan hati) 
6. Mengembangkan pabba (kebijaksanaan) 
Enam hal  di atas jika dikembangkan secara utuh akan menghasilkan suasana keharmonisan yang kita citacitakan tetapi akan menjadi sebaliknya jika kita selalu menonjolkan perbedaan suku, agama, ras, warna kulit pendapat dan perbedaan yang lainnya. Kita berbeda hanya karena kondisi tetapi kita sama-sama manusia yang haus akan keharmonisan. Selama keakuan masih melekat pada diri kita maka benih-benih perselisihan akan muncul. Disamping kita menerapkan enam hal dalam lingkungan keluarga, kita pun dapat menerapkan pada lingkungan dimana kita berada dan kepada semua makhluk. Jika masalah atau peristiwa apapun muncul, enam hal selalu dijadikan dasar untuk menyelesaikannya, maka perselisihan yang menyebabkan ketidakharmonisan akan lenyap. Umumnya kita selalu kalah jika peradaban dengan kekotoran batin yang muncul. Namun kini bertekadlah untuk menjadi pemenang yang tidak tanggung-tanggung, yaitu menjadi pemenang yang luar biasa karena Bsang pencipta telah menyatu disegenap batin kita.Taklukkanlah segala sesuatu yang menyebabkan kemerosotan, ketidakrukunan, perselisihan, perpecahan dan bentuk-bentuk yang menyebabkan hilangnya persatuan dan kesatuan. Dapat disimpulkan bahwa keharmonisan sangat berarti dalam kehidupan kita. Untuk mendapatkan hal ini kita harus banyak mengenali jalan yang kita lalui untuk sampai pada tujuan keharmonisan. Karenanya jangan terlalu kecewa jika orang lain tampil beda. Kita memang beda suku, agama, ras, warna kulit dan perbedaan lainnya, tetapi kita adalah sama ,manusia yang mendambakan keharmonisan dan kebahagiaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KAWAN TITIP PESAN DI SINI


ShoutMix chat widget

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More