Featured Video


Terima Kasih telah mengunjung di halaman CATATAN BUKU RANTAUKU, Dan Halaman ini berisi tentang : Cerpen Kisah hidup,budaya,Puisi dan gambar Alam Papua.

Kamis, 10 November 2011

Sepotong Tulang Rusuk Untuk Ku

Aku mungkin Bukan orang yang baik.
Aku juga mungkin termasuk orang munafik.
Mungkin muka dan tubuhku mencerminkan siapa sebenarnya aku.

Seseorang yang terkadang bisa sedih karena sesuatu masalah yang mungkin menurut orang lain hanyalah sepele.
Seseorang yang bisa merasa sakit, bila disakiti sedikit saja anggota badan serta perasaannya.
Seseorang yang dapat marah bila diganggu harga diri dan kesabarannya.

Mungkin...
Aku seseorang yang dapat terseyum bila sedang bahagia.
Aku seseorang yang dapat menangis bila sedang sedih.
Aku juga pintar menyembunyikan kesedihan dihadapan semua orang bila itu diperlukan.

Aku juga sering merasa Iri dengan apa yang orang lain miliki.
Walupun terkadang aku merasa bangga akan semua yang aku miliki.

Aku sering tidak puas dengan kehidupan ini, dan menggap hidup ini tidak adil.
Aku dapat dengan cepat menyadari bahwa pikiran-pikiran ku salah tetang ketidak adilan dunia padaku.

Aku juga dapat sakit hati bila putus cinta dan dihiyanati.
Aku juga dapat merasa bahagia bila disayangi dan dicintai dengan tulus.

Aku juga dapat mencintai dan menyayangi.
Aku juga dapat setia dan sabar menanti.

Aku juga dapat menjadi orang lain bila aku terpaksa melakukannya.
Aku dapat menjadi orang jahat yang mampu meruntuhkan bumi bila perlu untuk mendapatkan keadilan dan mempertahankan harga diri.

Aku...........
Aku, Siapa sebenarnya diriku
Mungkin Aku sendiri pun tak tau siapa sebenarnya aku.
Apa sebenarnya mauku.
Dan apa sebenarnya tujuan dan cita-cita hidupku.

Ha.ha.ha.ha.ha.ha.............
Mungkin terlalu naif bila ada seseorang yang bilang dapat mengerti diriku.
Aku sendiri yang memiliki perasaan dan tubuh ini pun
sampai sekarang blm bisa mengerti siapa aku dan apa mau ku.

Dan bila ada seseorang yang dapat mengerti aku dengan pengertian, kesabaran dan ketulusan darinya.
Semoga saja dialah yang dulu memberikan sepotong tulang rusuknya untuk ku.
Dan semoga dialah sebagian hati dan jalan hidupku.

Yang menyadarkan ku, siapa diriku sebenarnya.
Apa yang menjadi tujuan hidupku.
Dan mengajarkan ku cara mengerti dan memahami orang lain dengan tulus.
Dan menyadarkanku bahwa didalam hidup aku taksendiri.By.C.S

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

KAWAN TITIP PESAN DI SINI


ShoutMix chat widget

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More